Teknik Informatika UAA melatih 31 Pelaku Industri Rumahan supaya melek ICT

Teknik Informatika UAA melatih 31 Pelaku Industri Rumahan supaya melek ICT

Sejumlah pelaku Industri Rumahan (IR) mengikuti pelatihan pemanfaatan ICT (Information and Technology Communication) yang diadakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) bekerjasama dengan APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia). Khusus wilayah DIY, kegiatan ini melibatkan seluruh anggota APTIKOM. Siti Khomsah, S.Kom., M.Cs.,selakuย  KaProdi Teknik Informatika Universitas Alma Ata (UAA) menjadi salah satu trainer dari 6 trainer dari beberapa kampus di DIY yang ditunjuk APTIKOM wilayah V untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Pelaksanaan kegiatan pelatihan seluruh peserta direncanakan mulai tanggal 17 November 2017 sampai dengan 10 Desember 2017 yang terbagi menjadi 15 kelas. Masing-masing kelas akan dilatih oleh Trainer yang sudah ditentukan.

Menurut kaprodi Teknik Informatika UAA sekaligus trainer kegiatan, penggunaan ICT saat ini menjadi keharusan bagi para pelaku Indrustri Rumahan (IR). Perkembanan teknologi komunikasi khusunya internet membuka peluang bagi semua sektor untuk semakin mudah menyebarkan atau memasarkan produk mereka. Jika mereka tidak mau โ€œmelekโ€ teknologi saat ini maka akan ketinggalan dan terlibas oleh kompetitor. Oleh karena itu, untuk membantu para pelaku IR ini eksis dan maju, Teknik Informatika UAA merasa berkewajiban melakukan kegiatan nyata, seperti pelatihan ICT ini.

Pada tanggal 17 Novemberย  2017, Teknik Informatika UAA telah melaksanakan pelatihan pada 31 pelaku IR. Tempat pelatihan bekerjasama dengan Kampus anggota APTIKOM yaitu UTY. Peserta pelatihan berasal dari Kulonprogo, Sleman, kota Yogyakarta, danย  Bantul. Materi pelatihan yang diajarkan antara lain cara mengoptimalkan penggunaan media social (WA, FB, Twitter, Instagram), pemanfaatan google, membuat profil usaha menggunakan MS Word dan pembukuan sederhana menggunakan Ms Excel. Para peserta kali ini didominasi oleh Ibu-Ibu rumah tangga dengan umur termuda 27 tahunย  dan peserta tertua 65 tahun. Bahkan ada yang membawa anak yang masih berumur 5 tahun. Meskipun umur sudah tuas, namun mereka sangat antusia mengikuti arahan trainer untuk mengeksplorasi aplikasi- aplikasi media sosial. Menurut mereka (peserta), pelatihan ini sangat bermanfaat terutama untuk menambah wawasan bagaimana menggunakan medsos secara produktif.

0 Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*